Meski tak yakin masuk syurga-Mu kelak, satu hal yang pasti bisa lebih membahagiakan bisa bertemu kembali denganmu buah hatiku tercinta Syafiq Khairi Gani.
Semoga Allah mempertemukan dan mempersatukan kita kembali dalam kebahagiaan di syurga-Nya. Amiin
cara cepat hamil
Minggu, 18 Agustus 2013
Senin, 10 Juni 2013
Sterilisasi Pada Wanita
Sterilisasi adalah metode kontrasepsi permanen yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang memang tidak ingin atau tidak boleh memiliki anak (karena alasan kesehatan). Disebut permanen karena metode kontrasepsi ini hampir tidak dapat dibatalkan (reversal) bila kemudian anda ingin punya anak. Pembatalan masih mungkin dilakukan, tetapi membutuhkan operasi besar dan tidak selalu berhasil.
Para ahli kebidanan banyak merekomendasikan sterilisasi pada wanita yang berisiko tinggi untuk hamil dan melahirkan lagi, misalnya karena beriwayat memiliki komplikasi kehamilan dan melahirkan. Namun tidak pada mereka yang belum berusia 35 tahun. Pengalaman menunjukkan banyak perempuan yang disterilisasikan lalu menyesali keputusannya.
Cara Sterilisasi:
Tuba falopi adalah saluran sepanjang sekitar 10 cm yang menghubungkan ovarium dengan uterus. Pada saat ovulasi, sel telur dikeluarkan dari ovarium dan bergerak menuju uterus. Bila ada sperma di tuba falopi, ovum akan terbuahi dan menjadi embrio yang kemudian melekat di uterus. Bila ada sperma di tuba falopi, ovum akan terbuahi dan menjadi embrio yang kemudian melekat di uterus.
Dalam pembedahan yang disebut tubektomi, kedua saluran tuba falopi yang menghubungkan ovarium dan rahim (uterus) tersebut dipotong dan ujung-ujungnya ditutup dengan cincin atau dibakar (kauter). Metode lain yang tidak melakukan pemotongan adalah dengan mengikat atau menjepit saluran tuba falopi (tubal ring/tubal clip). Hal ini menyebabkan sel telur tidak dapat terjangkau sperma. Pembedahan biasanya dilakukan dengan pembiusan umum atau lokal (spinal/epidural). Dokter dapat menggunakan alat bantu berupa teleskop khusus yang disebut laparoskop. Teleskop berupa pipa kecil bercahaya dan berkamera ini dimasukkan melalui sebuah sayatan kecil di perut untuk menentukan lokasi tuba falopi. Sebuah sayatan lainnya kemudian dibuat untuk memasukkan alat pemotong tuba falopi anda. Biasanya ujung-ujung tuba falopi kemudian ditutup dengan jepitan. Cara yang lebih tradisional yang disebut laparotomi tidak menggunakan teleskop dan membutuhkan sayatan yan glebih besar.
Sterilisasi dapat dilakukan kapan saja, termasuk setelah persalinan atau bersamaan dengan prosedur pembedahan perut yang lain, seperti operasi Caesar.
Efektifitas Sterilisasi
Indeks efektifitas sterilisasi (disebut indeks Pearl) adalah 0.1-0.4. Nilai ini menunjukkan jumlah kehamilan yang tidak diinginkan pada 100 wanita yang menggunakan metode kontrasepsi itu selama setahun. Artinya, kurang dari satu kehamilan yang tidak diinginkan dalam setahun per 100-200 wanita yang telah disterilisasi. Pada kasus yang sangat jarang terjadi itu, tuba falopi wanita kembali menyambung setelah dipotong atau ditutup.
Potensi Komplikasi
Risiko sterilisasi, seperti halnya operasi lainnya, terutama berkaitan dengan anestesi. Ahli bedah juga dapat tanpa sengaja merusak ligamen peritoneal selama operasi. Jika ligamen peritoneal rusak, produksi hormon pada ovarium menurun dan menopause bisa dimulai dini. Potensi komplikasi lainnya (sangat jarang) adalah kehamilan ektopik dan gangguan menstruasi.
Hormon, gairah seks dan siklus haid seharusnya tidak berubah setelah disterilisasi. Beberapa wanita dan pasangannya bahkan lebih bergairah secara seksual, karena mereka tidak lagi takut dengan kehamilan yang tidak direncanakan.
Tips bagi Anda
Sterilisasi masih menjadi kontroversial dari segi agama. Sebagian besar ulama mengharamkan sterilisasi yang tidak memiliki indikasi medis (kehamilan berikutnya membahayakan keselamatan ibu dan bayinya). Bila anda orang yang taat beragama, sebaiknya mendapatkan nasihat ahli agama sebelum memutuskan untuk mengambil prosedur sterilisasi.
Konsultasikan dengan dokter anda untuk mendapatkan informasi menyeluruh tentang sterilisasi. Ginekolog anda dapat menjelaskan jenis operasi yang dilakukan dan risiko-risikonya.
Beberapa wanita menderita gangguan emosi dan penyesalan setelah operasi, karena kehilangan peluang hamil lagi. Sangat penting untuk merenungkan masak-masak sebelum membuat keputusan akhir. Jangan memutuskan ketika anda sedang kalut atau krisis, misalnya setelah keguguran. Bicarakanlah dengan suami anda tentang operasi ini, konsekuensinya dan alternatif tindakan lain yang mungkin dapat dipertimbangkan. Keputusan jelas terserah pada anda, tetapi dalam kasus sterilisasi itu adalah final. Rumah sakit biasanya mensyaratkan tanda tangan suami bila anda akan menjalani operasi ini, tetapi itu bukanlah persyaratan yang wajib.
Bila anda memiliki asuaransi kesehata, baik melalui kantor atau membeli sendiri, polis asuransi anda mungkin menanggung biaya operasi sterilisasi yang berindikasi medis. Tanyakan pada bagian personalia atau agen asuransi anda seberapa banyak yang ditanggung dan syarat-syaratnya.
Selasa, 28 Mei 2013
Resiko Kehamilan
Apa yang dimaksud dengan kehamilan berisiko tinggi?
Kehamilan Anda disebut berisiko tinggi jika Anda atau bayi Anda memiliki kemungkinan masalah kesehatan. Banyak hal yang dapat menempatkan Anda pada risiko tinggi. Disebut "berisiko tinggi" mungkin terdengar menakutkan. Tapi itu hanya cara bagi dokter untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan perhatian khusus selama kehamilan Anda. Dokter Anda akan merawat lebih teliti selama kehamilan Anda untuk menemukan masalah awal.Kondisi berikut menempatkan Anda dan bayi Anda pada risiko tinggi untuk masalah kehamilan, seperti pertumbuhan yang lambat untuk bayi, persalinan prematur, preeklamsia, dan masalah dengan plasenta. Tapi penting untuk diingat bahwa berada pada risiko tinggi ini tidak berarti bahwa Anda atau bayi Anda akan memiliki masalah.
Secara umum, kehamilan mungkin berisiko tinggi
- Anda memiliki masalah kesehatan, seperti: Diabetes. Kanker. Tekanan darah tinggi. Penyakit ginjal. Epilepsi.
- Anda menggunakan alkohol atau obat-obatan terlarang, atau Anda merokok.
- Anda lebih muda dari 17 atau lebih tua dari 35 tahun.
- Anda sedang hamil dengan lebih dari satu bayi (kehamilan ganda).
- Anda memiliki tiga atau lebih keguguran.
- Bayi Anda telah ditemukan memiliki kondisi genetik, seperti Down syndrome, atau jantung, paru-paru, atau masalah ginjal.
- Anda punya masalah pada kehamilan masa lalu, seperti: Persalinan prematur. Preeklampsia atau kejang (eklampsia).
- Memiliki bayi dengan masalah genetik, seperti sindrom Down.
- Anda memiliki infeksi, seperti HIV atau hepatitis C. Infeksi lain yang dapat menyebabkan masalah termasuk cytomegalovirus (CMV), cacar air, rubella, toksoplasmosis, dan sifilis.
- Anda mengambil obat-obatan tertentu, seperti lithium, fenitoin (seperti Dilantin), asam valproik (Depakene), atau carbamazepine (seperti Tegretol).
- Masalah kesehatan lainnya dapat membuat kehamilan Anda berisiko tinggi. Ini termasuk masalah jantung katup, penyakit sel sabit, asma, lupus, dan rheumatoid arthritis.
Bicaralah dengan dokter Anda tentang di mana dia ingin Anda untuk melahirkan. Dokter Anda mungkin ingin Anda untuk melahirkan bayi di sebuah rumah sakit yang menawarkan perawatan khusus untuk ibu dan bayi yang mungkin memiliki masalah. Jika dokter Anda berpikir bahwa kesehatan Anda atau kesehatan bayi Anda beresiko, Anda mungkin perlu untuk melahirkan bayi lebih awal dari seharusnya (prematur).
Beberapa wanita akan berkonsultasi dengan dokter yang memiliki pelatihan ekstra dalam kehamilan berisiko tinggi. Dokter-dokter spesialis atau perinatologists. Anda mungkin menemui dokter ini dan dokter biasa Anda. Atau mungkin dokter spesialis Anda selama kehamilan Anda.
Apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu memiliki kehamilan yang sehat?
Anda dapat membantu diri Anda dan bayi Anda menjadi sesehat mungkin, caranya:- Pergi secara teratur/kunjungan teratur ke dokter sehingga Anda tidak melewatkan tes untuk menemukan masalah baru.
- Makan makanan yang sehat yang mencakup protein, susu dan produk susu, buah-buahan, dan sayuran.
- Bicaralah dengan dokter Anda tentang perubahan apapun yang Anda mungkin perlu dalam diet Anda.
- Mengkonsumsi obat-obatan, besi, atau vitamin yang diresepkan dokter.
- Jangan mengkonsumsi vitamin atau obat-obatan tanpa berbicara dengan dokter Anda terlebih dahulu.
- Ambil asam folat setiap hari. Para ahli merekomendasikan bahwa Anda mengambil 0,4 mg sampai 0,8 mg (400 mcg sampai 800 mcg) asam folat setiap hari. Asam folat adalah vitamin B. Mengambil asam folat sebelum dan selama awal kehamilan mengurangi kemungkinan Anda untuk memiliki bayi dengan cacat tabung saraf atau cacat lahir lainnya.
- Ikuti petunjuk dokter untuk kegiatan. Dokter Anda akan memberitahu Anda jika Anda dapat bekerja dan berolahraga.
- Tidak merokok. Jika Anda memerlukan bantuan untuk berhenti, berbicara dengan dokter Anda tentang program berhenti merokok dan obat-obatan. Hindari asap tembakau orang lain.
- Jangan minum alkohol.
- Tinggal jauh dari orang-orang yang memiliki pilek dan infeksi lainnya.
- Dokter Anda mungkin meminta Anda untuk melacak berapa banyak bayi Anda bergerak setiap hari. Salah satu cara untuk melakukan ini adalah untuk mencatat berapa banyak waktu yang diperlukan untuk merasakan 10 gerakan.
Gejala apa yang harus Anda perhatikan?
Seperti wanita hamil, Anda perlu untuk melihat tanda-tanda masalah. Ini tidak berarti bahwa Anda akan memiliki masalah. Tapi jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, penting untuk mendapatkan perawatan cepat.Hubungi dokter, rumah sakit atau layanan darurat lainnya segera jika Anda berpikir Anda membutuhkan perawatan darurat. Misalnya, jika:
- Anda pingsan (hilang kesadaran).
- Anda mengalami pendarahan vagina yang parah.
- Anda merasakan sakit parah di perut atau panggul.
- Ada cairan yang keluar dari vagina anda.
- Anda tahu atau berpikir tali pusar menonjol ke dalam vagina Anda. Jika ini terjadi, segera berlutut Anda sehingga bagian belakang Anda (bokong) lebih tinggi dari kepala Anda. Hal ini akan mengurangi tekanan pada tali pusar sampai bantuan tiba.
Hubungi dokter Anda atau mencari perawatan medis segera jika:
- Anda memiliki tanda-tanda preeklampsia, seperti: Mendadak pembengkakan wajah, tangan, atau kaki.
- Masalah penglihatan baru (seperti keremangan atau kabur).
- Sakit kepala parah.
- Anda mengalami perdarahan.
- Anda mengalami sakit perut atau kram.
- Anda mengalami demam.
- Anda telah mengalamikontraksi reguler (dengan atau tanpa nyeri) selama satu jam. Ini berarti bahwa Anda memiliki 8 atau lebih dalam 1 jam atau 4 atau lebih dalam 20 menit setelah Anda mengubah posisi Anda dan minum cairan.
- Anda mengalami pelepasan tiba-tiba cairan dari vagina Anda.
- Anda mengalami sakit punggung rendah atau tekanan panggul yang tidak sembuh.
- Anda merasakan bahwa bayi Anda telah berhenti bergerak atau bergerak jauh lebih sedikit dari biasanya.
Kamis, 23 Mei 2013
Ciri-ciri Hamil
Ciri-Ciri Hamil Yang Perlu Wanita Ketahui Dengan Mudah, Memang secara medis masa-masa kehamilan secara pastinya cuma dapat di diagnosa oleh Dokter yang berpengalaman. Tetapi demikian sebenarnya telah ditunjukan ciri-ciri wanita hamil yang dapat kita jadikan patokan bahwa seseorang telah hamil.
Berikut ini penjelasan beberapa gejala dan ciri-ciri hamil pada seorang wanita:
- Seorang wanita tidak lagi mendapat haid/menstruasi pd bulan yang seharusnya berjalan. Jika mengalami kejadian seperti ini perlu diketahui secara pasti waktu hari pertama biasanya datangnya haid agar anda bisa mengetahui berapa usia kehamilan serta perkiraan waktu persalinan nantinya. Namun demikian, perlu di ketahui bahwa kedatangan haid yang tidak seperti biasanya juga bisa disebabkan oleh banyak faktor lainnya jadi sebelum periksa kedokter jangan terlalu yakin bahwa itu adalah kehamilan.
- Pada Ciri-Ciri Hamil kedua yakni Sering Mual dan muntah-muntah. Hal ini karena adanya perubahan hormon pada sang wanita. Mual serta muntah ini sering kali disebut sebagai “morning sickness” karena terkadang kambuhnya rasa mual dan muntah tersebut berlangsung di pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan.
- Sering sekali buang air kecil. Perubahan ini terjadi disebabkan kandung kencing wanita tertekan oleh rahim yang membesar karena kehamilan tadi. Keluhan sering buang air kecil ini biasa akan sedikit berkurang pd umur kehamilan setelah 12 minggu dan akan kembali timbul setelah kehamilan 28 minggu.
- Mengidam. Pada masa-masa awal bulan pertama kehamilan salah satu ciri-ciri wanita hamil biasanya ingin makan-makanan aneh dan tertentu saja. Namun hal ini terjadi hanya pada bulan-bulan pertama kehamilan berlangsung.
Ciri ciri hamil lainnya bahwa seorang wanita itu hamil yakni adanya pembesaran payudara dan puting payudara menjadi membesar dan berwarna gelap bahkan seringkali terasa sangat gatal dan terasa sakit. Namun setiap wanita memiliki tanda-tanda kehamilan yg tentunya sangat bervariasi satu dengan lainnya. Ada yang mengalami perubahan yang berat dan ada juga wanita hamil yang bahkan tidak mempunyai perubahan dan keluhan sama sekali pada dirinya. Apabila ciri-ciri kehamilan ini belum anda rasakan, maka ada baiknya anda dan pasangan melakukan tes lain seperti memeriksakan diri ke dokter kandungan.
Selain itu cara untuk mengetahui kehamilan yang paling sering di gunakan para Dokter untuk melakukan tes kehamilan adalah dengan menggunakan tes urin. Sebenarnya tes urin kehamilan ini dapat para wanita lakukan sendiri dengan hanya membeli alat test di apotik dan dapat langsung melakukan tes urin di rumah. Dengan melakukan Test urin kehamilan kita dapat mengetahui kadar HCG (Human Chorionic Gonadotropin) yakni sebuah hormon yang dihasilkan oleh plasenta dan jumlah kandungannya akan semakin meningkat dalam urin dan darah selama beberapa minggu pertama setelah konsepsi terjadi.
Namun dalam melakukan menggunakan tes diatas perlu diperhatikan instruksi yang telah disediakan ketika menggunakan alat tes urin tersebut. Untuk mendapatkan hasil yang akurat adalah jika tes tersebut dilakukan pada pagi hari, karena pada saat itu hormon HCG dalam urin sangat tinggi. Dan jika anda masih ragu apakah telah mengandung atau tidak setelah melakukan tes diatas ada baiknya segera datangi Dokter.
Dokter kandungan bisa memastikan kehamilan anda dengan USG (Ultrasonografi), dengan melakukan metode ini Dokter kandungan akan memperlihatkan gambaran janin dalam kandungan jika anda memang benar-benar hamil. Semoga beberapa langkah-langkah Ciri-Ciri Hamil yang telah dijelaskan diatas dapat sedikit membantu anda menganalisa secara dini kehamilan.
Ibu Hamil Waspada Tekanan Darah Tinggi (Pre-eklampsia)
Apakah Pre-eklampsia??
Sebelumnya disebut toksemia, Pre-eklampsia adalah suatu kondisi yang terjadi pada wanita hamil. Hal ini ditandai dengan tekanan darah tinggi dan tingkat protein tinggi dalam urine. Wanita dengan preeklampsia akan sering juga mengalami pembengkakan di kaki dan tangan. Kondisi ini biasanya muncul selama paruh kedua kehamilan, sering di bagian akhir pada trimester kedua atau pada trimester ketiga, meskipun dapat terjadi lebih awal.
Jika tidak terdiagnosis, preeklampsia dapat menyebabkan eklampsia, yaitu suatu kondisi serius yang dapat membuat anda dan bayi anda beresiko dan dalam kasus yang jarang terjadi, bisa menyebabkan kematian. Wanita dengan preeklampsia yang mengalami kejang dianggap memiliki eklampsia.
Tidak ada cara untuk menyembuhkan preeklampsia dan itu bisa menjadi hal menakutkan bagi para ibu hamil. Tapi anda dapat melindungi diri sendiri dengan mempelajari gejala preeklampsia dan berkonsultasi dengan dokter anda untuk perawatan kehamilan secara rutin. ketika preeklampsia terdeteksi lebih awal, lebih mudah mengatasinya.
Penyebab PreEklampsia?
Penyebab yang tepat dari preeklampsia dan eklampsia -akibat dari plasenta yang tidak berfungsi dengan baik- tidak diketahui pasti, meskipun beberapa peneliti menduga gizi buruk, lemak tubuh tinggi atau kekurangan aliran darah ke rahim sebagai kemungkinan penyebabnya, namun genetika juga berperan.Siapa Beresiko Preeklampsia?
Preeklampsia yang paling sering terjadi pada kehamilan pertama kali, di usia remaja hamil dan pada wanita di atas 40 tahun.Faktor resiko lain diantaranya:
1. Sebuah riwayat tekanan darah tinggi sebelum kehamilan.
2. Riwayat pre eklampsia
3. Memiliki ibu atau saudara perempuan yang memiliki pre eklampsia
4. Riwayat obesitas.
5. Riwayat diabetes, penyakit ginjal, lupus atau rheumatoid arthritis.
Tanda dan Gejala Preeklampsia?
Selain bengkak, protein dalam urin dan tekanan darah tinggi, gejala preeklampsia dapat mencakup:1. Kenaikan berat badan yang cepat disebabkan oleh peningkatan yang signifikan dalam cairan tubuh
2. Nyeri pada perut
3. Sakit kepala parah
4. Perubahan refleks
5. Urin berkurang bahkan tidak ada sama sekali.
6. Pusing
7. Muntah dan mual yang berlebih.
Anda harus segera mencari pertolongan jika terjadi:
1. Tiba-tiba terjadi pembengkakan di wajah, tangan dan mata (beberapa pergelangan kaki bengkak adalah normal selama kehamilan)2. Tekanan darah lebih dari 140/90
3. Berat badan meningkat drastis selama 1 atau 2 hari.
4. Nyeri perut, terutama di sisi kanan atas.
5. Sakit kepala parah
6. Penurunan keluaran urine.
7. Pandangan kabur.
Anda juga dapat mengalami preeklampsia tanpa adanya gejala apapun. Itulah mengapa penting sekali untuk berkonsultasi dengan Dokter anda untuk pemeriksaan tekanan darah rutin dan tes urine.
Selasa, 02 April 2013
Waspada Radang Paru Pada Bayi Anda
Radang Paru atau lebih dikenal dengan nama Pneumonia masih menjadi penyebab kematian terbesar bagi bayi dan balita di seluruh dunia, terutama bayi di bawah usia enam bulan.
Pada bayi yang baru lahir ciri-ciri radang paru-paru yang sering dijumpai berupa sesak nafas dan merintih. Bisa juga terjadi sesak nafas yang hebat, retraksi (penarikan dinding dada) sebagai usaha tambahan untuk menghirup oksigen, merintih, terkadang disertai dengan biru (sianosis) di sekitar bibir dan ujung-ujung jari.
Ciri-ciri:
Radang paru merupakan suatu infeksi akut parenkim paru yang meliputi alveolus dan jaringan pendukung paru lainnya, yang disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur. Ia bisa menyerang siapa saja, bayi baru lahir hingga orang dewasa sekalipun. Namun bila radang paru menimpa bayi baru lahir akibatnya bisa sangat fatal bila tak segera ditangani.Pada bayi yang baru lahir ciri-ciri radang paru-paru yang sering dijumpai berupa sesak nafas dan merintih. Bisa juga terjadi sesak nafas yang hebat, retraksi (penarikan dinding dada) sebagai usaha tambahan untuk menghirup oksigen, merintih, terkadang disertai dengan biru (sianosis) di sekitar bibir dan ujung-ujung jari.
Rabu, 13 Maret 2013
Merawat Bayi Prematur
Bayi prematur merupakan bayi yang lahir dengan kondisi khusus yang berbeda dengan bayi kelahiran normal pada umumnya. Sebagian besar penyebab bayi prematur tidak diketahui. Ada yangdisebabkan oleh serviks tidak kompeten, pre-eklmapsia, pertumbuhan bayi terlambat, infeksi dan beberapa penyebab lain.
Bayi prematur ( Bayi dengan Berat Badan Rendah) ini memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal. Oleh karena itu, bayi prematur memiliki kebutuhan khusus serta perawatan yang tepat dan seksama.
Asupan gizi bayi prematur perlu diperhatikan dan perlu strategi nutrisi khusus. Strategi tersebut, antara lain, dengan memastikan asupan gizi ekstra untuk ibu menyusui dan bayinya. Bayi prematur membutuhkan asupan protein yang lebih tinggi, begitu pula dengan asupan mineral, vitamin dan yang terpenting adalah asupan AA dan DHA yang essensial.
Seorang Ibu juga harus memonitoring ukuran pertumbuhan setiap minggu pada bayi, mulai dari panjang lingkar kepala dan lainnya, mengecek retina mata, mengecek pendengaran, mengecek USG dan tes biokomia. Selain itu, harus membuat suhu badan si bayi pada angka 36,5 - 37,5 derajat Celsius untuk menghindari hiportemia dan hipertemia.
Cara yang bisa dilakukan adalah dengan kangaroo-care, yakni sentuhan kulit ke kulit dari ibu ke bayi prematur. Langkah berikut adalah disiplin dalam memberikan asupan makanan, yakni sebanyak 8-10 kali sehari dengan nutrisi alamiah yang kaya protein, vitamin, mineral, serta AA dan DHA. Dan, terakhir ibu-ibu juga perlu fokus memperhatikan frekuensi BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang air kecil) bayi prematur.
semoga bermanfaat...
Bayi prematur ( Bayi dengan Berat Badan Rendah) ini memiliki risiko kematian lebih tinggi dibandingkan dengan bayi yang lahir dengan berat badan normal. Oleh karena itu, bayi prematur memiliki kebutuhan khusus serta perawatan yang tepat dan seksama.
Asupan gizi bayi prematur perlu diperhatikan dan perlu strategi nutrisi khusus. Strategi tersebut, antara lain, dengan memastikan asupan gizi ekstra untuk ibu menyusui dan bayinya. Bayi prematur membutuhkan asupan protein yang lebih tinggi, begitu pula dengan asupan mineral, vitamin dan yang terpenting adalah asupan AA dan DHA yang essensial.
Seorang Ibu juga harus memonitoring ukuran pertumbuhan setiap minggu pada bayi, mulai dari panjang lingkar kepala dan lainnya, mengecek retina mata, mengecek pendengaran, mengecek USG dan tes biokomia. Selain itu, harus membuat suhu badan si bayi pada angka 36,5 - 37,5 derajat Celsius untuk menghindari hiportemia dan hipertemia.
Cara yang bisa dilakukan adalah dengan kangaroo-care, yakni sentuhan kulit ke kulit dari ibu ke bayi prematur. Langkah berikut adalah disiplin dalam memberikan asupan makanan, yakni sebanyak 8-10 kali sehari dengan nutrisi alamiah yang kaya protein, vitamin, mineral, serta AA dan DHA. Dan, terakhir ibu-ibu juga perlu fokus memperhatikan frekuensi BAB (Buang Air Besar) dan BAK (Buang air kecil) bayi prematur.
semoga bermanfaat...
Langganan:
Komentar (Atom)





